Minggu, 15 Agustus 2010

Konflik KBS Sengaja Dipertahankan

KEMATIAN beruntun tiga satwa langka di KBS membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kebakaran jenggot. Dalam musibah ini, bahkan Wali Kota Surabaya Bambang DH mengaku mencium gelagat adanya ”permainan” yang dilakukan pengurus.

Bambang yakin bahwa kematian seekor singa afrika,seekor kanguru, dan seekor harimau sumatra betina tersebut adalah buah dari konflik berkepanjangan dua kubu kepengurusan KBS. Orangorang yang seharusnya mengurus hewan sibuk perang urat syaraf. Hewan-hewan pun terabaikan,lalu mati satu demi satu. “Saya sangat terkejut dengan kematian satwa langka di KBS.

Saya yakin ini ada kaitannya dengan ”permainan”pengurus,” katanya ketika ditemui di Gedung DPRD Surabaya kemarin. Bambang juga curiga ada pihak ketiga yang mencoba bermain untuk kepentingan pribadi. Mereka sengaja mempertahankan konflik kepengurusan hingga hewan-hewan terabaikan.

Setelah semua satwa punah, Bambang memprediksi, pihak ketiga ini akan memanfaatkan situasi itu dengan mengajukan tawaran untuk membeli lahan KBS yang sudah tak lagi terpakai, untuk mendirikan mal. Menurut Bambang, indikasi tersebut menguat jika mengingat pengurus KBS biasanya bertahan lama.Timbul kesan mereka enggan meninggalkan KBS kendati jelas-jelas tidak bisa mengurusi koleksi kebun binatang dengan benar.“Semua kan tahu.

Mereka (pengurus) kerasan di sana (KBS),”sindirnya. Namun, Bambang enggan mengomentari Manajemen Sementara yang dinilai juga tak becus mengurus KBS. “Itu (Manajemen Sementara tak becus) bukan komentar saya, ya,” elaknya. Pastinya, harus ada perubahan di KBS. Wakil wali kota Surabaya terpilih ini mengingatkan, dari dulu sebenarnya Pemkot bersedia mengambil alih pengelolaan KBS.

Bahkan,rencananya KBS akan dijadikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti PDAM dan PD Pasar Surya.Sayang,sejauh ini Menteri Kehutanan (Menhut) belum merestui keinginan itu. Bambang sebenarnya ingin sistem pengelolaan KBS itu sama seperti Taman Flora Kebun Bibit. Sebelum memanas sebagai buntut sengketa dengan PT Surya Inti Permata (SIP),Taman Flora dikelola menggunakan dana APBD.

Masyarakat pun bisa menikmatinya secara gratis. Bambang mengakui, untuk menjadikan KBS seperti Taman Flora itu tidak mudah. Ini lantaran banyak pihak yang tidak menentang niatan Pemkot itu. Nah, mereka-mereka yang tidak setuju inilah yang dituding Wali Kota punya ke-pentingan dengan KBS. Namun demikian, Bambang mengaku akan terus berusaha agar Pemkot bisa mengambil alih KBS.

Dia berencana melayangkan surat permohonan resmi langsung ke Menhut yang isinya meminta agar Pemkot diberi kewenangan mengurus KBS sebagai BUMD. “Masa(mengelola) PDAM dan PD Pasar berhasil, KBS tidak bisa? Saya yakin bisa dikelola,” ucapnya yakin.

Ketua Komisi B DPRD Surabaya Mochammad Machmud juga menuding bahwa pengurus yang menjadi biang kerok parahnya kondisi KBS lantaran terlalu sibuk berkonflik. “Pengurus harus diganti semua.Kalau tidak,nasibnya (KBS) akan seperti ini terus,”tegasnya.

0 komentar:

Copyright © Hari 2011 All Rights Reserved Sepeda Motor Injeksi Irit Harga Terbaik Cuma Honda Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia