Minggu, 15 Agustus 2010

Pipa Kodeco Harus Selesai Tepat Waktu

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menaruh perhatian serius terhadap polemik pipa gas bawah laut milik PT Kodeco Energy Ltd. Dia meminta proyek pendalaman pipa gas Kodeco dapat diselesaikan tepat waktu. Berdasarkan hasil rapat koordinasi di Departemen Perhubungan pada 6 Agustus 2010, disepakati bahwa pipa Kodeco yang saat ini 10 meter di bawah dasar laut masih terlalu dangkal dan bisa mengganggu alur pelayaran di wilayah alur pelayaran barat Surabaya (APBS).

Dalam pertemuan disepakati pula, Kodeco harus memperdalam pipa minimal 19 meter di bawah dasar laut.Pemendaman dilakukan sejak 27 Agustus 2010. “Jadwal harus tepat waktu sehingga tidak mengurangi angkutan yang masuk ke Tanjung Perak,” ujar Hatta saat melihat alur pipa Kodeco dari Pelabuhan Tanjung Perak,Surabaya,kemarin. Namun, Hatta juga mengingatkan, pendalaman pipa gas tersebut hanya solusi jangka pendek.

Ini dilakukan untuk mempermudah kapal-kapal berukuran besar agar dapat masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak. Sementara untuk jangka panjangnya, pipa Kodeco harus digeser dari posisinya yang sekarang. Menurut dia, pada 2011 akan dimulai pengembangan kapasitas APBS (Expansion Capacity/ Toll Laut). Lebar alur nantinya akan mencapai 200 meter dan dalam alur adalah 16 meter di bawah dasar laut. Saat ini lebar alur masih 100 meter dan dalam alur masih 12 meter di bawah dasar laut.

Selain itu, rencana pembangunan pelabuhan-pelabuhan di Madura (di Socah, dan di Tanjung Bulu Pandan) sudah akan dimulai pelaksanaannya. Karena itu, pemindahan alur pipa Kodeco menjadi sangat urgen untuk dilaksanakan.“ Masih ada waktu 10 tahun untuk memindahkan alur pipa gas.Sekarang dipendam saja dulu dalam posisi yang aman demi menjaga pasokan gas untuk PLN,”papar Hatta.

Sementara itu,Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan,pipa Kodeco terhampar di atas dasar laut. Akibatnya, kapal-kapal dengan skala besar, terutama kapal-kapal asing, tidak dapat masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak. “Pipanya kleleran.Menghambat kapal-kapal besar untuk masuk,”ujarnya kepada Hatta Rajasa.Menurut Soekarwo, keberadaan pipa Kodeco yang menghambat kapal-kapal besar masuk tersebut jelas sangat merugikan.

Akibatnya, terjadi inefisiensi muatan sebesar 43%. Bahkan, Soekarwo menduga bahwa keberadaan pipa Kodeco ini merupakan strategi untuk menjatuhkan perekonomian Jatim. Pasalnya,aktivitas ekspor-impor tidak bisa dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Perak. “Kita jelas tidak bisa impor kalau kapalkapal besar tidak bisa masuk,” tandasnya.

0 komentar:

Copyright © Hari 2011 All Rights Reserved Sepeda Motor Injeksi Irit Harga Terbaik Cuma Honda Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia