Selasa, 05 Oktober 2010

Bupati Terjebak di Kubangan Lumpur

Kondisi sebagian jalan di pedalaman Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, saat ini masih rusak parah dan banyak dijumpai mitingan. Jalan berlumpur pun menjadi halangan tersendiri dalam kunjungan dinas Bupati Henrikus dan rombongan pejabat Pemkab ke pedalaman. Mitingan merupakan jembatan darurat yang dibangun warga di kubangan atau lubang jalan, biasanya dengan menyusun balok kayu dan papan.

Saat hendak menembus Desa Tebuar, Nanga Tayap, Minggu (3/10/2010) lalu, belasan mobil dan sekitar 40 truk terperangkap dalam kubangan lumpur. Staf Humas Pemkab Ketapang, Oman, mengatakan, antrean mobil sepanjang lebih kurang 300 meter.

Warga yang terjebak dalam antrean dan kubangan lumpur tersebut terpaksa bermalam di jalan. Sementara itu, mobil dinas bupati berhasil lolos dan akhirnya tiba di mes milik PT Alas Kusuma di Desa Tanjung Asam, sore harinya.

Menurut Oman, di antara kendaraan yang terbenam di lumpur tersebut adalah truk pengangkut buah kelapa sawit. Tak jarang mereka harus bermalam sampai empat hari di lokasi terbenam sehingga buah kelapa sawit terancam membusuk.

Hadangan jalan rusak tak hanya di Kecamatan Nanya Tayap. Saat melajutkan kunjungan ke Kecamatan Sandai, rombongan Bupati kembali terjebak dalam kubangan.

Sebanyak 15 unit mobil dengan penggerak ganda atau double gardan pun tak sanggup lolos sendirian. Akhirnya, untuk keluar dari kubangan, dikerahkan alat berat milik perusahaan untuk menarik kendaraan-kendaraan ini sehingga bisa lolos dan melanjutkan perjalanan.

Dalam visi dan misinya, duet Henrikus-Boyman Harun berjanji menuntaskan menjamurnya mitingan di titik-titik kerusakan jalan. Pengendara yang melintas diminta membayar sejumlah uang yang besarnya bervariasi. Tak jarang, kondisi ini menjadi "ancaman" tersendiri bagi pengendara meskipun sesungguhnya keberadaan mitingan cukup membantu kelancaran perjalanan.

0 komentar:

Copyright © Hari 2011 All Rights Reserved hariagustomonugroho@