IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia ~> Sriwijaya FC (SFC) harus berjuang dari play-off Liga Champions Asia (LCA) 2011 untuk bisa menembus fase grup. Dan, perjuangan pasukan Laskar Wong Kito dimulai sore ini. Muangthong United yang merupakan lawan SFC pada perjuangan awal Laskar Wong Kito pada level Asis musim ini.Namun, sebelum mengawali pertarungan ini Pelatih SFC Ivan Venkov Kolev kecewa.
Sang arsitek menilai, PSSI tidak memikirkan kondisi klub Indonesia yang akan berlaga kompetisi level Asia sekelas LCA atau Piala AFF. Dan, ungkapan Kolev sangat beralasan. Sebab, akibat padatnya jadwal kompetisi domestik Djarum Indonesia Super League (ISL), membuat klub yang mewakili Indonesia di kompetisi Asia, menanggung beban berat. SFC salah satunya. Klub ini tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan.
Padahal, adanya klub Indonesia yang berlaga di LCA, sama artinya dengan membawa nama baik negara. “Seharusnya, jadwal pertandingan bisa diatur sedemikian rupa.Sehingga,klub wakil Indonesia di kompetisi Asia, seperti SFC, Arema FC dan Persipura (Jayapura) memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan,”kata Kolev. ”Persiapan bagus akan membuat kami bisa tampil maksimal dalam menjalani kompetisi di tingkat Asia. Kondisi ini membuat kami kelelahan, belum lagi jika Piala Indonesia nanti sudah digelar,” lanjutnya.
Saat ini saja, menurut pelatih asal Bulgaria ini,Laskar Wong Kito harus bertanding setiap tiga hari sekali.Kenyataan itu telah menguras tenaga para pemain, akibatnya hampir di setiap pertandingan selalu ada pemain SFC yang mengalami cedera secara bergantian. ”Belum lagi baru-baru ini sejumlah pemain kami banyak yang memperkuat timnas Indonesia di Piala AFF. Saat mereka masih dilanda kelelahan, kompetisi sudah harus dimulai kembali tanpa memberikan waktu lebih banyak agar pemain bisa menjalani recovery,” cetusnya. Kolev memang pantas untuk mengeluh, apalagi sejak memperkuat timnas di Piala AFF,beberapa pemain inti SFC tak kunjung pulih kondisinya. Sebut saja M Ridwan, Arif Suyono,dan Oktovianus ’Okto’ Maniani yang sangat rentan terkena cedera.
Bahkan, Firman Utina terpaksa harus absen dalam waktu yang cukup lama. ”Seperti Okto,dia tidak bisa kami pinjam untuk membela SFC saat melawan Muangthong.Sebab, ternyata dia cedera dan selama di pelatnas. Okto hanya joging saja dan belum pernah mengikuti latihan game. Bahkan, saat akan menghadapi Muangthong United,enam sampai sembilan pemain kami kemungkinan tidak bisa tampil,” ungkap Kolev. Kapten SFC Keith ’Kayamba’ Gumbs juga menyesalkan hal yang sama,Menurutnya, dengan padatnya jadwal kompetisi yang harus dilalui SFC di ISL,membuat cedera yang menimpa dirinya tak bisa sembuh total. ”Bagaimana bisa kalau dalam tiga hari sekali kami sudah harus bermain lagi.
Belum lagi kalau harus away,tentunya waktu untuk memulihkan kondisi tidak ada. Jadi, kalau saya yang 100% hanya semangat, sedangkan fisik tidak,” ujar Kayamba. ”Semua ini dikarenakan jadwal yang terlalu padat.Keadaan ini harus dibenahi, jika ingin sepak bola Indonesia lebih maju dari sekarang. Apalagi, semua juga terkait dengan kondisi pemain untuk timnas,”tandas pemain asal St Kitt- Nevis ini.
Sabtu, 12 Februari 2011
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar